Pusat Penjualan Alat Pengukur Kadar Air Berkualitas
Random header image... Refresh for more!

Category — SM1701B / MC7825g

Alat Ukur Kadar Air seri SM1701B / MC7825G

 

Alat ukur kadar air seri SM1701B / MC7825G untuk mengukur kadar air jagung, beras, gabah, biji coklat, kopi, daun tembakau, tepung terigu, tapioka dll

mc7825g

ukur kadar air tembakau

ukur kadar air tembakau

Alat ukur kadar air seri SM1701B / mc7825g mempunyai garpu sepanjang 30 cm yang dihubungkan dengan alat utama ramping dan modern, layar LCD akan menampilkan kadar air biji2an yang akan kita ukur kadar air nya. Jenis bijian yang dapat diukur kadar airnya lebih dari 30 jenis bijian , dan bisa dipakai untuk mengukur kadar air diluar jenis bijian yang ada di buku manual, misalnya lada / merica, tepung, abon, daun tembakau dan tanah / pupuk.

Alat ukur kadar air ini sangat mudah dalam pemakaiannya, hanya dengan menusukkan garpu ke karung atau tumpukan bijian maka kadar air akan langsung terlihat di layar, tidak perlu membuka karung maupun menurunkan karung dari atas truk dan hanya memakai 4 buah baterai kecil untuk menjalankannya, harga yang lebih hemat dibandingkan produk alat ukur kadar air lain serta fungsinya yang sangat penting akan memberikan penurunan biaya yang besar dibandingkan jika tidak memakai alat ukur kadar air ini, sangat sesuai jika anda mempunyai usaha perdagangan jagung, gabah, beras, kakao dan biji2an lainnya serta untuk industri yang berhubungan dengan keperluan pengukuran kadar air dalam media yang berbentuk tepung, misalnya kapur atau mineral lainnya.

Industri peternakan sangat terbantu dengan adanya alat ukur kadar air ini, karena dengan adanya alat ukur kadar air seri SM1701B ini, peternak tidak akan salah membeli jagung yang belum kering benar. Sedangkan jagung basah akan menyebabkan kerugian yang besar bagi peternak, karena jagung basah akan menyusut beratnya jika disimpan dalam gudang, serta yang tidak kalah pentingnya, jagung basah jika disimpan akan menumbuhkan jamur aflatoksin yang berperan dalam penurunan hasil produksi dari ternak yang memakan jagung yang terkena aflatoksin tersebut.